surah al-jinn
Surah Al-Jinn
Surah Al-Jin terdiri dari 28 ayat, keseluruhannya turun sebelum Nabi
saw berhijrah ke Madinah. Ia diduga turun pada tahun ke sepuluh atau
kesebelas dari kenabian, yakni sekitar tiga tahun sebelum hijrah.
Namanya “Surah Al-Jinn/Yang tersembunyi” terambil dari uraian surah ini
yang berbicara tentang masyarakat jin dan sikap mereka sebelum turunnya
Al-Qur’an serta setelah turunnya. Tid
ak ada surah yang berbicara
menyangkut hal ini selaian surah ini. Namanya yang lain adalah Surah
'Qul Uhiya Ilayya' yang terambil dari ayat pertamanya.
Tema dan Tujuan Utama Surah
Tema utama surah ini berkisar pada uraian tentang makhluk halus yang
bernama Jin yang tercipta dari api dan memiliki sifat dan kemmapuan yang
berbeda dengan manusia. Di sini diuraikan pula tentang keragaman sikap
mereka terhadap ajaran agama dan bahwa sebagian mereka percaya kepada
Keesaan Allah swt, Keniscayaan Kiamat, dan Kebenaran Alquran yang
mengagumkan mereka.
Surah ini bertujuan utama meluruskan
kepercayaan keliru sebagian orang yang menduga bahwa jin memunyai
kemampuan luar biasa sehingga berusaha berhubungan dan mematuhinya,
padahal kepatuhan kepada jin tidak membuahkan kecuali kesulitan dan
kemudharatan. Di samping itu, ia juga bertujuan menunjukkan kemuliaan
Nabi Muhammad saw yang ajarannya melampaui jenis manusia, bahkan
disambut baik oleh jin.
Intisari Kandungan Ayat 1-5
Surah yang lalu berbicara tentang Nabi Nuh as yang merupakan Rasul
pertama yang diutus oleh Allah swt kepada masyarakat manusia. Surah ini
berbicara tentang Rasul terakhir yang diutus Allah bukan saja kepada
masyarakat manusia, tetapi juga kepada masyarakat jin. Di sisi lain,
meskipun masa berdakwah Nabi Muhammad saw di pentas bumi hanya sekitar
23 tahun, jauh lebih singkat daripada masa yang digunakan Nabi Nuh as
(950 tahun), namun umat Nabi Muhammad saw berlipat ganda jumlahnya
ketimbang umat Nabi Nuh as. Ini menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad saw
dan Al-Qur'an yang beliau sampaikan. Karena itulah agaknya maka ayat
pertama surah ini memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan
kepada manusia seluruhnya, khususnya yang mengingkari kerasulan beliau
bahwa: “Telah diwahyukan kepadaku, yakni oleh Allah swt melalui malaikat
Jibril dan dengan cara tersembunyi, bahwa: Sekelompok jin telah
mendengarkan dengan tekun bacaanku terhadap ayat-ayat Al-Qur'an ketika
aku membacanya, yakni di Bathn Makkah, satu tempat antara Thaif dan
Makkah, saat aku melaksnakan shalat subuh, lalu para jin itu berkata
kepada kaumnya, setelah mereka kembali ke tempat mereka, bahwa: “Sungguh
kami telah mendengarkan bacaan sempurna yang sangat indah lagi
menakjubkan kata-kata dan kandungannya. Kami belum pernah mendengar
bacaan seindah itu [1].
Bacaan itu memberi petunjuk dengan
jelas, lagi lemah lembut ke jalan yang benar. Kami sadar bahwa bacaan
itu tidak mungkin hasil buatan makhluk. Ia pasti merupakan firman Allah
Yang Maha Esa, maka kami semua yang mendengarnya beriman kepadanya dan
kami sekali-kali sejak saat ini tidak lagi akan menyekutukan sesuatu
dengan Tuhan Pemelihara dan Pembimbing kami yang menurunkan bacaan mulia
itu [2].
Tuhan Kita Maha Tinggi, Maha Agung, dan Maha Kaya,
sehingga tidak terjangkau oleh siapa dan apa pun. Dia tidak mengambil
seorang istri dan tidak juga seorang anak pun [3].
Ayat 4 dan 5
merekam kecaman jin terhadap sejenisnya yang durhaka dengan menyatakan
bahwa: “Yang picik dan kurang berakal dari kaum kami atau secara khusus
Iblis, selalu mengatakan terhadap Allah swt Yang Maha Esa dan Maha Suci
itu perkataan yang melampaui batas” [4], yakni seperti bahwa Tuhan
memiliki sekutu, atau anak dan istri.
Selanjutnya ayat 5
menjelaskan sebab keteperdayaan dan kesesatan sebagian mereka dengan
menyatakan bahwa: “Sungguh, ada di antara kami yang teperdaya karena
kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan
terhadap Allah swt suatu kebohongan” [5]. Tetapi, kini kami mengetahui
bahwa mereka berbohong setelah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan