Motivasi Al-Qur’an & Hadist
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS Thaha: 124)
Wahai
manusia, curahkan jiwa ragamu utk ibadah kepadaKU, niscaya AKU
hilangkan kemiskinanmu. Dan jika kau tdk melakukannya, niscaya AKU
persulit dg kesibukan dan AKU tdk akan menghapuskan kefakiranmu. (HR.
Ahmad, Tirmidzi, Ibn Majah & Hakim)
Aku Mau Khusuk Sholat…
Mau khusuk sholat? Mohon di jawab pertanyaan di bawah ini:
Sudah
benarkah bacaan Al-Qur;an nya? Sudah benar tajwid nya? Sudah benar
cara pembacaan makhorijul huruf nya? Apa suka baca terjemah Al-Qur’an?
Apa suka membaca tafsirnya? Apa suka ke majelis2 ilmu? Punya buku fikih
di rumah? Berapa halaman dalam sehari membaca Al-Qur’an? Suka baca
buku-buku hadist? Apa pernah belajar atau minimal melihat bagaimana tata
cara sholat yang benar dan baik? Pernah belajar tentang cara wudhu
ajaran Nabi Saw? Dan sederet pertanyaan lainnya?
Loh apa hubungannya pertanyaan di atas dengan sholat khusuk?
lah…apa
mungkin sholat khsusuk, jika wudhunya salah? Cara sholat nya pun
salah? Baca Qur’an nya pun salah? Apa mungkin khusuk tapi hati nya
tidak dipenuhi rasa syukur? Atau apa mungkin khusuk sedangkan dia kagak
pernah atau jarang baca Al-Qur’an? Jarang atau bahkan tidak sama
sekali ke pengajian2 ilmu?
Aku Mau Bahagia…Mau Indah Hidup ini???
Mohon jawab dulu pertanyaan di bawah ini:
Suka
sedekah ngak? Suka zakat ngak? Sudahkan berbakti kepada orang tua?
Suka tahajud nggak? Suka Istighfar ngak? Suka ke pengajian ngak? Suka
baca Al-Qur’an nggak? Sudah berjilbab ngak? Suka kasihan nga ma anak
yatim? Suka datang ke rumah yatim? Suka nga ngasih ke orang miskin?
Sering sedekah jariyah ngak? Gimana diri anda dalam menyebarkan agama
Allah dan lainya
Ouuhhh..aku sudah lakukan semua…berarti ada yang salah..yang jelas seruan Al-Qur’an dan Sunnah tidak pernah salah dan meleset…
Aku Sibuk, Ya Allah
Dari
pada sibuk mikirin mau khusuk, mau bahagia, sekarang mah kita belajar
saja, bagiamana cara solat yang baik sesuai tuntunan AlL-Qur’an dan
sunnah, dari tata cara wudhu, lebih baik belajar Al-Qur’an, tajiwid,
tahsin Qur’an, dan membiasakan diri bersedekah, biasakan sholat tahajud,
nga ninggalin sholat rowatib..
Sekarang mah sudah saja
membahagiakan orang tua, minimal Anda sudah kagak usah celoteh ke mereka
kesulitan2 Anda, bilang aja semuanya bagus. Sering lah zikir kapan
saja dan dimana saja.
Isi hati dan tubuh ini dengan kebaikan,
taat dan amal soleh....Pasti deh janji Allah tidak akan meleset..dan
lakukan dengan senang hati, jangan lakukan kalau punya masalah saja....
Sudah tidak perlu bilang…Saya sibuk..Ntar kalau ada waktu
...kalau diajak ke pengajian, ke majelis taklim, atau silturahmi dengan
para ustadz dll...ntar di kuburan kita akan istirahat panjang..Minimal
belilah buku-buku agama, pergi ke pengajian, nga cukup hanya di FB
belajar agama…jangan berat kaki melangkah untuk mencari ridho dan rahmat
Allah..mumpung masih hidup dan banyak kesempatan
Sabtu, 29 September 2012
surah al-jinn
Surah Al-Jinn
Surah Al-Jin terdiri dari 28 ayat, keseluruhannya turun sebelum Nabi
saw berhijrah ke Madinah. Ia diduga turun pada tahun ke sepuluh atau
kesebelas dari kenabian, yakni sekitar tiga tahun sebelum hijrah.
Namanya “Surah Al-Jinn/Yang tersembunyi” terambil dari uraian surah ini
yang berbicara tentang masyarakat jin dan sikap mereka sebelum turunnya
Al-Qur’an serta setelah turunnya. Tid
ak ada surah yang berbicara
menyangkut hal ini selaian surah ini. Namanya yang lain adalah Surah
'Qul Uhiya Ilayya' yang terambil dari ayat pertamanya.
Tema dan Tujuan Utama Surah
Tema utama surah ini berkisar pada uraian tentang makhluk halus yang
bernama Jin yang tercipta dari api dan memiliki sifat dan kemmapuan yang
berbeda dengan manusia. Di sini diuraikan pula tentang keragaman sikap
mereka terhadap ajaran agama dan bahwa sebagian mereka percaya kepada
Keesaan Allah swt, Keniscayaan Kiamat, dan Kebenaran Alquran yang
mengagumkan mereka.
Surah ini bertujuan utama meluruskan
kepercayaan keliru sebagian orang yang menduga bahwa jin memunyai
kemampuan luar biasa sehingga berusaha berhubungan dan mematuhinya,
padahal kepatuhan kepada jin tidak membuahkan kecuali kesulitan dan
kemudharatan. Di samping itu, ia juga bertujuan menunjukkan kemuliaan
Nabi Muhammad saw yang ajarannya melampaui jenis manusia, bahkan
disambut baik oleh jin.
Intisari Kandungan Ayat 1-5
Surah yang lalu berbicara tentang Nabi Nuh as yang merupakan Rasul
pertama yang diutus oleh Allah swt kepada masyarakat manusia. Surah ini
berbicara tentang Rasul terakhir yang diutus Allah bukan saja kepada
masyarakat manusia, tetapi juga kepada masyarakat jin. Di sisi lain,
meskipun masa berdakwah Nabi Muhammad saw di pentas bumi hanya sekitar
23 tahun, jauh lebih singkat daripada masa yang digunakan Nabi Nuh as
(950 tahun), namun umat Nabi Muhammad saw berlipat ganda jumlahnya
ketimbang umat Nabi Nuh as. Ini menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad saw
dan Al-Qur'an yang beliau sampaikan. Karena itulah agaknya maka ayat
pertama surah ini memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan
kepada manusia seluruhnya, khususnya yang mengingkari kerasulan beliau
bahwa: “Telah diwahyukan kepadaku, yakni oleh Allah swt melalui malaikat
Jibril dan dengan cara tersembunyi, bahwa: Sekelompok jin telah
mendengarkan dengan tekun bacaanku terhadap ayat-ayat Al-Qur'an ketika
aku membacanya, yakni di Bathn Makkah, satu tempat antara Thaif dan
Makkah, saat aku melaksnakan shalat subuh, lalu para jin itu berkata
kepada kaumnya, setelah mereka kembali ke tempat mereka, bahwa: “Sungguh
kami telah mendengarkan bacaan sempurna yang sangat indah lagi
menakjubkan kata-kata dan kandungannya. Kami belum pernah mendengar
bacaan seindah itu [1].
Bacaan itu memberi petunjuk dengan
jelas, lagi lemah lembut ke jalan yang benar. Kami sadar bahwa bacaan
itu tidak mungkin hasil buatan makhluk. Ia pasti merupakan firman Allah
Yang Maha Esa, maka kami semua yang mendengarnya beriman kepadanya dan
kami sekali-kali sejak saat ini tidak lagi akan menyekutukan sesuatu
dengan Tuhan Pemelihara dan Pembimbing kami yang menurunkan bacaan mulia
itu [2].
Tuhan Kita Maha Tinggi, Maha Agung, dan Maha Kaya,
sehingga tidak terjangkau oleh siapa dan apa pun. Dia tidak mengambil
seorang istri dan tidak juga seorang anak pun [3].
Ayat 4 dan 5
merekam kecaman jin terhadap sejenisnya yang durhaka dengan menyatakan
bahwa: “Yang picik dan kurang berakal dari kaum kami atau secara khusus
Iblis, selalu mengatakan terhadap Allah swt Yang Maha Esa dan Maha Suci
itu perkataan yang melampaui batas” [4], yakni seperti bahwa Tuhan
memiliki sekutu, atau anak dan istri.
Selanjutnya ayat 5
menjelaskan sebab keteperdayaan dan kesesatan sebagian mereka dengan
menyatakan bahwa: “Sungguh, ada di antara kami yang teperdaya karena
kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan
terhadap Allah swt suatu kebohongan” [5]. Tetapi, kini kami mengetahui
bahwa mereka berbohong setelah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an.
Jumaat, 28 September 2012
Do@ h@mBa
@Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang sholeh. Sungguh Engkau Maha Pendengar Doa. (QS. Ali-`Imraan: 38]
hadis rasulullah SWT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الطِّيَرَةُ مِنَ الشِّرْكِ ». وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.*
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Thiyarah itu syirik. Semua kita pasti pernah terbesit di dalam hatinya anggapan sial karena hal-hal tertentu namun Alloh menghilangkannya dengan tawakal” (HR Tirmidzi no 1614, dinilai shahih oleh al Albani).
*Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau menjumpai Umar bin al Khattab bersama suatu rombongan. Saat itu Umar bersumpah dengan menyebut nama bapaknya. Nabipun lantas memanggil rombongan tersebut lalu bersabda, “Ingatlah sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian. Siapa yang hendak bersumpah maka hendaknya bersumpah dengan Allah atau jika tidak diam saja” (HR Bukhari no 5757).
*“Baitullah (Ka’bah) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku” (HR. Al-Baihaqi)
* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya arti kejujuran dalam perniagaan, di antara melalui sabdanya, “Kedua orang yang terlibat transaksi jual-beli, selama belum berpisah, memiliki hak pilih untuk membatalkan atau meneruskan akadnya. Bila keduanya berlaku jujur dan transparan, maka akad jual-beli mereka diberkahi. Namun bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya keberkahan penjualannya dihapuskan.” (Muttafaqun ‘alaih)
* Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’ maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no 3251, dinilai shahih oleh al Albani).
*Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mengatakan,
كل قرض جر منفعة فهو ربا
“Setiap piutang yang memberikan keuntungan, maka (keuntungan) itu adalah riba.”
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,
إذا أقرض أحدكم قرضا فأهدى له أو حمله على الدابة فلا يركبها ولا يقبله
“Apabila kalian mengutangkan sesuatu kepada orang lain, kemudian (orang
yang berutang) memberi hadiah kepada yang mengutangi atau memberi
layanan berupa naik kendaraannya (dengan gratis), janganlah menaikinya
dan jangan menerimanya.” (HR. Ibnu Majah; hadits ini memiliki beberapa
penguat)
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما أحد أكثر من الربا إلا كان عاقبة أمره إلى قلة
*“Tidak ada seorang pun yang memperbanyak harta dari riba, kecuali urusannya akan berujung pada kemiskinan.” (HR. Ibn Majah dan dinilai shahih oleh al-Albani).
ما أحد أكثر من الربا إلا كان عاقبة أمره إلى قلة
*“Tidak ada seorang pun yang memperbanyak harta dari riba, kecuali urusannya akan berujung pada kemiskinan.” (HR. Ibn Majah dan dinilai shahih oleh al-Albani).
*“Allah melaknat laki-laki yang mengenakan
busana wanita, dan Wanita yang mengenakan busana laki-laki. Allah juga
melaknat laki-laki yang menyerupai wanita-wanita, dan wanita-wanita yang
menyerupai.” (Diriwayatkan Al-Bukhari).
*Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (Al-A’raaf: 26)
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (Al-A’raaf: 26)
*diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. :
Rasulullah Saw pernah bersabda, “akan dipandang sebagai melakukan
sedekah, seorang muslim yang menabur benih dan menanam pohon, kemudian
manfaat diambil oleh manusia, burung-burung, atau hewan lainnya”.
*Allah berfirman
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
* “Memaki seorang muslim adalah kefasikan; sedangkan membunuhnya adalah suatu kekafiran.” (Dirwiwayatkan Bukhari dan Muslim).
*Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لَهُنَّ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا
“Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan) tanpa diragukan: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa kedua orang tua untuk kecelakaan anaknya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 32, 481 dan dih
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لَهُنَّ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا
“Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan) tanpa diragukan: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa kedua orang tua untuk kecelakaan anaknya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 32, 481 dan dih
asankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)
.....dan berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi; karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.....dan berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi; karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
* beberapa doa ketika masuk masjid,
بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ
Bismillah, shalawat dan salam untuk Rasulillah. (HR. Ibnu Sunni, Abu Daud, dan dishahihkan Al-Albani)
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, buka-kanlah pintu rahmatmu untukku. (HR. Muslim)
بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ
Bismillah, shalawat dan salam untuk Rasulillah. (HR. Ibnu Sunni, Abu Daud, dan dishahihkan Al-Albani)
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, buka-kanlah pintu rahmatmu untukku. (HR. Muslim)
أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang terkutuk.
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang terkutuk.
*Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى، وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُسْرَى
“Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan, dan jika melepas, mulailah dengan kaki kiri.” (HR. Ibn Majah dan dishahihkan Al-Albani)
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى، وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُسْرَى
“Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan, dan jika melepas, mulailah dengan kaki kiri.” (HR. Ibn Majah dan dishahihkan Al-Albani)
*Bacalah doa ketika keluar rumah
Di antara doa yang disyariatkan adalah
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila ada orang yang keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca doa di atas, dikatakan kepadanya:
هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ
‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi, dan kamu dilindungi’
maka setan-setan pun berteriak. Kemudian ada salah satu setan yang berkata kepada lainnya: ‘Bagaimana mungkin kalian bisa menggoda orang yang sudah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani)
Di antara doa yang disyariatkan adalah
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila ada orang yang keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca doa di atas, dikatakan kepadanya:
هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ
‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi, dan kamu dilindungi’
maka setan-setan pun berteriak. Kemudian ada salah satu setan yang berkata kepada lainnya: ‘Bagaimana mungkin kalian bisa menggoda orang yang sudah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani)
* Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا سمعتم الإقامة فامشوا إلى الصلاة وعليكم السكينة والوقار، ولا تُسرعوا
“Apabila kalian mendengar iqamah, berjalanlah menuju shalat dan kalian harus tenang, dan jangan buru-buru.. (HR. Bukhari dan Muslim)
* Hadis dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من توضأ للصلاة فأسبغ الوضوء ثم مشى إلى الصلاة المكتوبة فصلاها مع الناس، أو مع الجماعة، أو في المسجد غفر الله له ذنوبه
“Siapa yang berwudhu untuk shalat dan dia sempurnakan wudhunya, kemudian dia menuju masjid untuk shalat fardhu. Lalu dia ikut shalat berjamaah atau shalat di masjid maka Allah mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
* Hadis dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وما من رجل يتطهر فيحسن الطهور ثم يعمد إلى مسجد من هذه المساجد إلا كتب الله له بكل خطوة يخطوها حسنة،ويرفعه بها درجة،ويحطّ عنه بها سيئة
“Jika seseorang wudhu dengan sempurna, kemudian menuju masjid, maka Allah akan mencatat setiap langkahnya sebagai pahala untuknya, mengangkat darjatnya, dan menghapuskan dosanya…” (HR. Muslim)
* Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ
“Penundaan hutang dari orang yang mampu melunasi adalah kezaliman.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dll)
* Allah Berfirman:
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Jika dia (yang berhutang) dalam kesulitan (tidak bisa melunasi setelah jatuh tempo), maka tunggulah sampai mendapatkan kondisi yang mudah (sehingga bisa melunasi utangnya). Dan jika kalian sedekahkan (diputihkan hutangnya) itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 280).
* Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah (berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
* Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اطلعت في الجنة، فرأيت أكثر أهلها الفقراء
“Saya pernah melihat surga, aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
*Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “akan datang suatu zaman ketika orang-orang tidak lagi peduli apakah ia memperoleh uangnya (kekayaannya) dengan cara halal atau haram”.
* 10 macam golongan orang yang doanya mustajab:
Doa seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya (H.R. Muslim)
Doa orang yang banyak berdoa (H.R. Tirmizi)
Doa orang yang teraniaya (H.R. Muslim)
Doa orang tua kepada anaknya (H.R. Abu Daud)
Doa seorang musafir (H.R. Abu Daud)
Doa orang yang berpuasa (H.R. al-Baihaqi)
Doa orang dalam keadaan terpaksa / terjepit keadaan (Q.S. an-Naml [27]:62)
Doa anak yang berbakti kepada orang tuanya (H.R. al-Bazzar)
Doa pemimpin yang adil (H.R. al-Baihaqi)
Doa orang yang bertobat (Q.S. an-Nisa’ [4]:110)
Doa orang yang berpuasa (H.R. al-Baihaqi)
Doa orang dalam keadaan terpaksa / terjepit keadaan (Q.S. an-Naml [27]:62)
Doa anak yang berbakti kepada orang tuanya (H.R. al-Bazzar)
Doa pemimpin yang adil (H.R. al-Baihaqi)
Doa orang yang bertobat (Q.S. an-Nisa’ [4]:110)
* “Setiap hamba yang berdoa kepada Allah,
pastilah doanya itu dikabulkan, atau Allah menjauhkannya dari kejahatan,
selama ia berdoa memohon sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau
memutuskan silaturahmi.” (H.R. at-Tirmizi)
*“Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan
doa yang tidak mengandung kejahatan dan pemutusan silaturahmi, kecuali
Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: (1) pengabulan
doanya dipercepat; (2) pengabulan doanya diakhirkan di akhirat; (3) ia
akan dihindarkan dari kejelekan yang semisal.” (H.R. Ahmad)
* “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak
perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap
yg buruk dlm tetangga.” (HR. Ahmad & Hakim)
* “Dan tinggallah manusia2 yang buruk, yg
seenaknya melakukan persetubuhan seperti khimar (keledai). Maka pada
zaman mereka inilah kiamat akan datang.” (HR. Muslim)
*“Jika kalian menjenguk orang sakit maka
ucapkanlah perkataan yg baik, karena para Malaikat mengaminkan apa yang
kalian ucapkan.” (HR. Muslim dari ummu Salamah)
*Bacaan Doa Tobat
“Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfiru al-dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghafuuru al-rahiim”
Arti Doa Tobat
“Ya Allah, aku telah banyak berbuat zalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR Al-Bukhari, Muslim, AL-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ibn Majah, Ahmad, Ibn Hibban, dan Ibn Khuzaimah)”
“Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfiru al-dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghafuuru al-rahiim”
Arti Doa Tobat
“Ya Allah, aku telah banyak berbuat zalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR Al-Bukhari, Muslim, AL-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ibn Majah, Ahmad, Ibn Hibban, dan Ibn Khuzaimah)”
* Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah hati (kalbu) mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al-Anfaal: 2)
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah hati (kalbu) mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al-Anfaal: 2)
* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia
akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).
*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin,
sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak
terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka
dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat
kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR.
Muslim)
* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus,
kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang
menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR.
Muslim).
blog kelimaku
Tips isteri Solehah:-
1-Setiap malam selalu berusaha menampilkan dirinya ibarat pengantin wanita bagi suaminya dan tidak mendahului suaminya tidur kecuali memang benar-benar terpaksa.
2-Tidak pernah menantikan atau mengharap-harap kata maaf keluar dari bibir suaminya kecuali sekiranya suami benar-benar bersalah dan perkataan maaf patut keluar dari bibir suaminya.
3-Tidak pernah menanti pujian atau sanjungan atas prestasi kerja yang dilakukan. Sebab betapa banyak suami yang begitu sibuk hingga tidak sempat mengemukakan perasaannya tanpa disengaja.
4-Sentiasa menampilkan wajah berseri yang penuh perasaan cinta kasih terutama ketika menyambut kepulangan suami.
1-Setiap malam selalu berusaha menampilkan dirinya ibarat pengantin wanita bagi suaminya dan tidak mendahului suaminya tidur kecuali memang benar-benar terpaksa.
2-Tidak pernah menantikan atau mengharap-harap kata maaf keluar dari bibir suaminya kecuali sekiranya suami benar-benar bersalah dan perkataan maaf patut keluar dari bibir suaminya.
3-Tidak pernah menanti pujian atau sanjungan atas prestasi kerja yang dilakukan. Sebab betapa banyak suami yang begitu sibuk hingga tidak sempat mengemukakan perasaannya tanpa disengaja.
4-Sentiasa menampilkan wajah berseri yang penuh perasaan cinta kasih terutama ketika menyambut kepulangan suami.
blog keempat
彡◦♥◦彡 “Malaikat Pelindung” 彡◦♥◦彡
Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia
bertanya kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi,
aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berda
ya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana...???”.
Tuhanpun menjawab,
“Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu...!!!”
Si kecil bertanya Iagi,
“Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia...???”
Tuhanpun menjawab,
“Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan
dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan
kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia...!!!”
Namun si kecil bertanya lagi,
“Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai...???”
Tuhanpun menjawab,
“Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia
akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan
mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia...!!!”
Si kecil bertanya lagi,
“Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan...???”
Tuhanpun kembali menjawab,
“Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa...!!!”
Lagi-lagi, si kecil menyelidik,
“Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku...???”
Tuhanpun menjawab,
“Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang
menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri
untuk keselamatanmu...!!!”
Namun, si kecil kini malah sedih,
“Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi...???”
Tuhan menjawab lagi,
“Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan
mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan
selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan
selalu ada disisimu...!!!”
Hening... Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup...
“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...???”
“Tuhanpun kembali menjawab,
“Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan :
“IBU...!!!”
“Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu...!!!”
Si kecil bertanya Iagi,
“Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia...???”
Tuhanpun menjawab,
“Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia...!!!”
Namun si kecil bertanya lagi,
“Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai...???”
Tuhanpun menjawab,
“Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia...!!!”
Si kecil bertanya lagi,
“Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan...???”
Tuhanpun kembali menjawab,
“Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa...!!!”
Lagi-lagi, si kecil menyelidik,
“Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku...???”
Tuhanpun menjawab,
“Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu...!!!”
Namun, si kecil kini malah sedih,
“Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi...???”
Tuhan menjawab lagi,
“Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu...!!!”
Hening... Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup...
“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...???”
“Tuhanpun kembali menjawab,
“Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan :
Ahad, 23 September 2012
blog pertamaku
99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman :
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan ;
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dantentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.
"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) "Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab)
blog ketigaku
TANDA 2 KEMATIAN
Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100
hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.
TANDA-TANDA KEMATIAN
Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari
terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran
yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah
di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.
Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang
bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil
daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.
Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera
makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini
dan itu.
Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka
berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan
orang yang memandikan kita nanti.
Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian
pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini
hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali,
mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi
dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau
memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat
maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita
menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun
kita berada. Aamiin.
Langgan:
Ulasan (Atom)