عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الطِّيَرَةُ
مِنَ الشِّرْكِ ». وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ
بِالتَّوَكُّلِ.*
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Thiyarah itu syirik. Semua kita
pasti pernah terbesit di dalam hatinya anggapan sial karena hal-hal
tertentu namun Alloh menghilangkannya dengan tawakal” (HR Tirmidzi no
1614, dinilai shahih oleh al Albani).
*Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau menjumpai
Umar bin al Khattab bersama suatu rombongan. Saat itu Umar bersumpah
dengan menyebut nama bapaknya. Nabipun lantas memanggil rombongan
tersebut lalu bersabda, “Ingatlah sesungguhnya Allah melarang kalian
untuk bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian. Siapa yang
hendak bersumpah maka hendaknya bersumpah dengan Allah atau jika tidak
diam saja” (HR Bukhari no 5757).
*“Baitullah (Ka’bah) adalah kiblat bagi
orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat
bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah
qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku” (HR.
Al-Baihaqi)
* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam
beberapa kesempatan menekankan pentingnya arti kejujuran dalam
perniagaan, di antara melalui sabdanya, “Kedua orang yang terlibat
transaksi jual-beli, selama belum berpisah, memiliki hak pilih untuk
membatalkan atau meneruskan akadnya. Bila keduanya berlaku jujur dan
transparan, maka akad jual-beli mereka diberkahi. Namun bila mereka
berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya keberkahan penjualannya
dihapuskan.” (Muttafaqun ‘alaih)
* Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar
mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’
maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah
dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no
3251, dinilai shahih oleh al Albani).
*Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mengatakan,
كل قرض جر منفعة فهو ربا
“Setiap piutang yang memberikan keuntungan, maka (keuntungan) itu adalah riba.”
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,
إذا أقرض أحدكم قرضا فأهدى له أو حمله على الدابة فلا يركبها ولا يقبله
“Apabila kalian mengutangkan sesuatu kepada orang lain, kemudian (orang
yang berutang) memberi hadiah kepada yang mengutangi atau memberi
layanan berupa naik kendaraannya (dengan gratis), janganlah menaikinya
dan jangan menerimanya.” (HR. Ibnu Majah; hadits ini memiliki beberapa
penguat)
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما أحد أكثر من الربا إلا كان عاقبة أمره إلى قلة
*“Tidak ada seorang pun yang memperbanyak harta dari riba, kecuali
urusannya akan berujung pada kemiskinan.” (HR. Ibn Majah dan dinilai
shahih oleh al-Albani).
*“Allah melaknat laki-laki yang mengenakan
busana wanita, dan Wanita yang mengenakan busana laki-laki. Allah juga
melaknat laki-laki yang menyerupai wanita-wanita, dan wanita-wanita yang
menyerupai.” (Diriwayatkan Al-Bukhari).
*Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian
untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan
pakaian takwa itulah yang paling baik.” (Al-A’raaf: 26)
*diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. :
Rasulullah Saw pernah bersabda, “akan dipandang sebagai melakukan
sedekah, seorang muslim yang menabur benih dan menanam pohon, kemudian
manfaat diambil oleh manusia, burung-burung, atau hewan lainnya”.
*Allah berfirman
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
* “Memaki seorang muslim adalah kefasikan; sedangkan membunuhnya adalah suatu kekafiran.” (Dirwiwayatkan Bukhari dan Muslim).
*Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لَهُنَّ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ
الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلَى
وَلَدِهِمَا
“Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan) tanpa
diragukan: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa kedua orang
tua untuk kecelakaan anaknya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 32,
481 dan dih
asankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)
.....dan berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi; karena
sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
* beberapa doa ketika masuk masjid,
بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ
Bismillah, shalawat dan salam untuk Rasulillah. (HR. Ibnu Sunni, Abu Daud, dan dishahihkan Al-Albani)
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, buka-kanlah pintu rahmatmu untukku. (HR. Muslim)
أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang
Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang
terkutuk.
*Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى، وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُسْرَى
“Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan, dan jika
melepas, mulailah dengan kaki kiri.” (HR. Ibn Majah dan dishahihkan
Al-Albani)
*Bacalah doa ketika keluar rumah
Di antara doa yang disyariatkan adalah
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila ada orang yang keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca doa di atas, dikatakan kepadanya:
هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ
‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi, dan kamu dilindungi’
maka setan-setan pun berteriak. Kemudian ada salah satu setan yang
berkata kepada lainnya: ‘Bagaimana mungkin kalian bisa menggoda orang
yang sudah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud,
Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani)
* Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا سمعتم الإقامة فامشوا إلى الصلاة وعليكم السكينة والوقار، ولا تُسرعوا
“Apabila kalian mendengar iqamah, berjalanlah menuju shalat dan kalian
harus tenang, dan jangan buru-buru.. (HR. Bukhari dan Muslim)
* Hadis dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من توضأ للصلاة فأسبغ الوضوء ثم مشى إلى الصلاة المكتوبة فصلاها مع الناس، أو مع الجماعة، أو في المسجد غفر الله له ذنوبه
“Siapa yang berwudhu untuk shalat dan dia sempurnakan wudhunya,
kemudian dia menuju masjid untuk shalat fardhu. Lalu dia ikut shalat
berjamaah atau shalat di masjid maka Allah mengampuni dosa-dosanya.”
(HR. Muslim)
* Hadis dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وما من رجل يتطهر فيحسن الطهور ثم يعمد إلى مسجد من هذه المساجد إلا كتب
الله له بكل خطوة يخطوها حسنة،ويرفعه بها درجة،ويحطّ عنه بها سيئة
“Jika seseorang wudhu dengan sempurna, kemudian menuju masjid, maka
Allah akan mencatat setiap langkahnya sebagai pahala untuknya,
mengangkat darjatnya, dan menghapuskan dosanya…” (HR. Muslim)
* Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ
“Penundaan hutang dari orang yang mampu melunasi adalah kezaliman.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dll)
* Allah Berfirman:
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Jika dia (yang berhutang) dalam kesulitan (tidak bisa melunasi setelah
jatuh tempo), maka tunggulah sampai mendapatkan kondisi yang mudah
(sehingga bisa melunasi utangnya). Dan jika kalian sedekahkan
(diputihkan hutangnya) itu lebih baik bagi kalian, jika kalian
mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 280).
* Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli
surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang
yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah
(berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
* Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اطلعت في الجنة، فرأيت أكثر أهلها الفقراء
“Saya pernah melihat surga, aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
*Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Nabi
Muhammad Saw pernah bersabda, “akan datang suatu zaman ketika
orang-orang tidak lagi peduli apakah ia memperoleh uangnya (kekayaannya)
dengan cara halal atau haram”.
* 10 macam golongan orang yang doanya mustajab:
Doa seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya (H.R. Muslim)
Doa orang yang banyak berdoa (H.R. Tirmizi)
Doa orang yang teraniaya (H.R. Muslim)
Doa orang tua kepada anaknya (H.R. Abu Daud)
Doa seorang musafir (H.R. Abu Daud)
Doa orang yang berpuasa (H.R. al-Baihaqi)
Doa orang dalam keadaan terpaksa / terjepit keadaan (Q.S. an-Naml [27]:62)
Doa anak yang berbakti kepada orang tuanya (H.R. al-Bazzar)
Doa pemimpin yang adil (H.R. al-Baihaqi)
Doa orang yang bertobat (Q.S. an-Nisa’ [4]:110)
* “Setiap hamba yang berdoa kepada Allah,
pastilah doanya itu dikabulkan, atau Allah menjauhkannya dari kejahatan,
selama ia berdoa memohon sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau
memutuskan silaturahmi.” (H.R. at-Tirmizi)
*“Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan
doa yang tidak mengandung kejahatan dan pemutusan silaturahmi, kecuali
Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: (1) pengabulan
doanya dipercepat; (2) pengabulan doanya diakhirkan di akhirat; (3) ia
akan dihindarkan dari kejelekan yang semisal.” (H.R. Ahmad)
* “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak
perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap
yg buruk dlm tetangga.” (HR. Ahmad & Hakim)
* “Dan tinggallah manusia2 yang buruk, yg
seenaknya melakukan persetubuhan seperti khimar (keledai). Maka pada
zaman mereka inilah kiamat akan datang.” (HR. Muslim)
*“Jika kalian menjenguk orang sakit maka
ucapkanlah perkataan yg baik, karena para Malaikat mengaminkan apa yang
kalian ucapkan.” (HR. Muslim dari ummu Salamah)
*Bacaan Doa Tobat
“Allaahumma
innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfiru al-dzunuuba
illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta
al-ghafuuru al-rahiim”
Arti Doa Tobat
“Ya Allah,
aku telah banyak berbuat zalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada
yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, curahkanlah ampunan dan
belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. (HR Al-Bukhari, Muslim, AL-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ibn
Majah, Ahmad, Ibn Hibban, dan Ibn Khuzaimah)”
* Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ
قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang
beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah hati
(kalbu) mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman
mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS.
Al-Anfaal: 2)
* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia
akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).
*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin,
sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak
terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka
dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat
kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR.
Muslim)
* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus,
kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang
menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR.
Muslim).